KADISDIK : PENDIDIKAN ADALAH PROSES PENGINDRAAN

Namun, terkadang rasa malas kerap muncul saat kita menempuh pendidikan. Ki Hajar Dewantara adalah seorang aktivis pergerakan kermerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi juga tokoh penting yang memelopori pendidikan bagi kaum Indonesia saat penjajahan Belanda. Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Berbagai faktor yang ada dan terjadi dalam keluarga akan turut menentukan kualitas proses dan hasil pendidikan anak. Semua ini pada akhirnya dapat menimbulkan hasil pendidikan yang kurang sesuai dengan harapan masyarakat maupun individu. Untuk itu mereka mengadakan pembaruan dibidang pendidikan dengan menyelanggarakan sistem madarasah, sebagai hasil integrasi antara sistem pendidikan barat dengan sistem pesantren. Pada tahap play stage anak kecil mulai mengambil peranan orang- orang yang berada di sekitarnya melalui cara meniru peranan orang tuanya atau orang dewasa lain yang sering berinteraksi dengannya dikala mereka bermain. Pada tahap generalized, anak telah mampu berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat karena telah memahami peranannya sendiri serta peranan orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Pada tahap game stage anak bukan hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dilakukan orang lain dengan siapa ia berinteraksi.


Jurnal Pendidikan Islam Redja Mudyahardjo Odang Muchtar, 1991 antara lain mengemukakan bahwa sebagai lembaga pendidikan formal sekolah mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1 Sekolah mempunyai fungsi atau tugas khusus dalam bidang pendidikan. Fungsi Pendidikan Sekolah. Dari sekian versi tentang fungsi pendidikan sekolah dapat dikemukakan fungsi-fungsi sebagai berikut: 1 Fungsi transmisi kebudayaan masyarakat. Fungsitugas intern sekolah adalah melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan kurikuler. Adapun fungsitugas ekstern sekolah adalah kegiatan untuk mencapai tujuan institusional. 20 Tahun 2003. Pendidikan formal diselenggarakan di sekolah, Sekolah didirikan secara sengaja oleh masyarakat danatau Landasan Sos-antrop Pend. Oleh karena itu periodisasi sejarah pedidikan Islam dibagi dalam dua garis besar, yaitu periode sebelum kemerdekaan dan periode sesudah kemerdekaan. Dalam dua tahun terakhir pelaksanaan ujian nasional sudah berbasis komputer yang terlaksana 100 persen untuk satuan Pendidikan SMA dan SMK. Pendidikan dalam keluarga terselenggara atas dasar tanggung jawab kodrati dan atas dasar kasih sayang yang secara naluriah ada pada diri orang tua. Jika kita analisa, sekolah mewujudkan aktivitas khas dari kelakuan berpola yang ada di masyarakat; aktivitas khas ini dilakukan oleh berbagai pribadi atau manusia yang mempunyai struktur yang mencakup berbagai kedudukan dan peranan, misal: kepala sekolah, guru, siswa, dsb; aktivitas khas di sekolah mengacu kepada sistem ide, nilai, norma atau tata kelakuan tertentu; menggunakan berbagai peralatan; dan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan.


Jenis keluarga, gaya kepemimpinan orang tua, kedudukan anak dalam struktur keanggotaan keluarga, fasilitas yang ada dalam keluarga, hubungan keluarga dengan dunia luar, status sosial ekonomi orang tua, dan sebagainya akan turut mempengaruhi pendidikan anak dalam keluarga, yang pada akhirnya akan turut pula mempengaruhi pribadi anak. Ada beberapa kelompok masyarakat yang rentan mengalami masalah tersebut. Sekalipun patut dicatat bahwa pada menjelang akhir masa pendudukannya, ada indikasi kuat Jepang untuk menerapkan sistem Nipponize kembali, yakni dengan dikerahkannya Sendenbu (propagator Jepang) untuk menanamkan ideologi yang diharapkan dapat menghancurkan ideologi Indonesia Raya. Agama tidak diajarkan,seperti halnya dinegeri Belanda pada masa liberal. Hasilnya banyak lulusan sekolah yang tidak memiliki kecakapan hidup, mereka tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi dalam hidupnya di dalam masyarakat., menganggur, “merasa asing hidup di dalam lingkungan masyarakatnya sendiri”,dsb. Karena kurangnya kesempatan yang mereka dapatkan, mereka terkadang beralih ke kegiatan yang ilegal. Landasan yuridis atau landasan hukum pendidikan adalah seperangkat asumsi yang bersumber dari peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai titik tolak dalam rangka pengelolaan, penyelenggaraan dan kegiatan pendidikan dalam suatu sistem pendidikan nasional. ​This article w as w​ri​tten by G SA Con᠎te nt ᠎Generato r DEMO!


Misal: belakangan disinyalir bahwa kurikulum formal sekolah berisi mata pelajaran-mata pelajaran yang bersifat terpisah-pisah atau tidak terintegrasi. Perbedaan Sosialisasi di Sekolah dan di dalam Keluarga. Apa perbedaan sekolah formal dan non formal? Komponen sekolah antara lain terdiri atas: 1 tujuan pendidikan, 2 Manusia, yaitu guru, peserta didik, kepala sekolah, laboran, pustakawan, tenaga administrasi, petrugas kebersihan, dst., 3 kurikulum, 4 Media pendidikan dan teknologi pendidikan, 5 Sarana, prasarana, dan fasilitas, serta 6 pengelola sekolah. Anak telah mampu mengambil peranan-peranan yang dijalankan orang lain di masyarakat. Pendidikan Informal dalam Masyarakat Pendidikan informal dalam masyarakat antara lain dapat berlangsung melalui adat kebiasaan, pergaulan anak sebaya, upacara adat, pergaulan di lingkungan kerja, permainan, pagelaran kesenian, dan bahkan melalui percakapan biasa dalam kehidupan sehari-hari. Adapun perkembangan diri manusia berlangsung melalui tahapan: play stage, game stage, dan generalized other. Menurut George Herbert Mead, manusia yang baru lahir belum mempunyai diri self manusia. Diri manusia berkembang melalui interaksi dengan anggota masyarakatnya. Sehubungan dengan itu, pendidikan dalam keluarga dapat dipandang sebagai persiapan ke arah kehidupan anak dalam masyarakatnya. Sehubungan dengan itu keluarga merupakan peletak dasar pendidikan anak. Haluan penyelenggaraan pendidikan dikoreksi dari penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh Orde Lama yaitu dengan menetapkan pendidikan agama menjadi mata pelajaran dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama