Perbedaan Pendidikan Indonesia Di Masa Penjajahan Belanda Dan Jepang - Bobo

Maka, lahirlah gerakan pembaruan pendidikan Islam. Hal ini merupakan salah satu bagian penting yang dapat menjelaskan misi dakwah Syekh Burhanuddin dalam mengembangkan ajaran Islam yang mengambil tempat surau sebagai gerakan tarekat dan syari’at. Workshop yang dihadiri oleh pelajar Muhammadiyah Mataram NTB tersebut merupakan tindak lanjut MoU antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam Gerakan Revolusi Mental. Oleh sebab itu, Belanda mendirikan sekolah-sekolah dasar di tiap Kabupaten dimaksudkan untuk menandingi dan menyaingi madrasah, pesantren, dan pengajian di desa itu. Jelasnya madrasah dan pesantren dianggap tidak berguna dan tingkatannya rendah, sehingga disebut sekolah desa. Dari hasil penelitian Van De Berg tersebut, Karel A. Steenbrink menyimpulkan antara lain kitab-kitab yang dipakai di pesantren masa itu hampir semuanya berasal dari zaman pertengahan dunia Islam. Dari hasil penelitian Van De Berg tersebut, karel A. Steenbrink menyimpulkan antara lain kitab-kitab yang dipakai dipesantren masa itu hampir semuanya berasal dari zaman pertengahan dunia Islam. Pada masa kolonial Belanda pendidikan Islam disebut juga dengan pendidikan Bumiputera, karena yang memasuki pendidikan Islam seluruhnya orang pribumi Indonesia. Pengajar kesulitan memastikan apakah siswa dan mahasiswanya mengikuti pembelajaran dengan serius. Karena sering terjadi, dalam pembelajaran daring, ada siswa atau mahasiswa yang sengaja memasang video yang sudah direkam, agar seolah-olah mengikuti proses pembelajarann, namun ternyata mereka melakukan hal lain.


dog, green, gras Walaupun setiap gubernur jenderal pada penobatannya berjanji dengan khidmat bahwa ia akan memajukan kesejahteraan Hindia Belanda dengan segenap usaha, ternyata Hindia Belanda sebagai negeri yang direbut harus terus memberi keuntungan kepada negeri Belanda sebagai tujuan pendudukan itu. Lantaran mencari ilmu untuk kesejahteraan dunia. Perbedaan yang nyata dalam masa perubahan itu (antara tahun 1900-1908) adalah pelajaran ilmu sharaf, nahwu, fiqih dan tafsir yang dahulu hanya mempelajari satu macam kitab, sekarang dipelajari bermacam-macam kitab. Namun, untuk menguasai semua ilmu-ilmu yang diberikan itu terlebih dahulu murid harus mempelajari bahasa Arab khususnya Gramatikalnya. Sebelum kita membicarakan sistem pendidikan Islam ada baiknya kita membicarakan terlebih dahulu sistem pendidikan kolonial Belanda di Indonesia dan kaitannya dengan kepentingan penjajahan. Metode utama dalam proses pembelajaran di Surau dengan memakai metode ceramah, membaca dan menghafal. Guru atau pengajar perlu memiliki pengetahuan tentang metode pembelajaran dan pengetahuan lainnya tentang masalah yang mungkin ada pada peserta didik. Ada juga yang mengatakan definisi pendidikan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan secara sistematis dalam mewujudkan suasana belajar-mengajar agar para peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya.


Peran sekolah yang lebih maju ada pada progresivisme yang menempatkan sekolah sebagai agen perubahan (agent of change) yang tugasnya adalah mengenalkan nilai-nilai baru kepada peserta didik yang akan mengantarkan peran mereka di masa depan. Syeikh membacakan materi pembelajaran, sementara murid menyimaknya dengan mencatat beberapa catatan penting di sisi kitab yang dibahasnya atau dengan menggunakan buku khusus yang telah disiapkan oleh murid. Seiring kedatangan Islam di Minangkabau proses pendidikan Islam dimulai oleh Syekh Burhanuddin sebagai pembawa Islam dengan menyampaikan pengajarannya melalui lembaga pendidikan Surau. Kedatangan bangsa Barat memang telah membawa kemajuan teknologi. Hal ini menyebabkan pemerintah Kolonial Belanda berusaha untuk menata masyarakat penduduk pribumi untuk masuk dalam sekolah yang berpendidikan barat. Dalam poin ketiga yaitu edukasi,orang Belanda mendirikan sekolah-sekolah bergaya barat untuk kalangan pribumi. Oleh karena Belanda berhasil diduduki Nazi Jerman, Belanda pun mengumumkan keadaan siaga dan mengalihkan ekspor ke Amerika Serikat dan Britania. Pada masa Belanda pendidikan formal hanya dapat dinikmati oleh kalangan menengah ke atas, sementara rakyat jelata sama sekali tidak memiliki kesempatan. Adapun murid-muridnya tidak lagi terbatas pada golongan bangsawan dan kalangan keraton, tetapi juga termasuk rakyat jelata. Yang menjadi murid-muridnya adalah anak-anak para bangsawan dan kalangan keraton.


Namun, saat itu pelajar hanya boleh berasal dari kalangan bangsawan. Meskipun demikian, kedua pendapat itu tidak memuat bantahan, bahwa pesantren sudah ada di Nusantara, sebelum Eropa datang ke wilayah Nusantara sekitar abad XVI. Tujuan pesantren bukanlah untuk mengejar kepentingan kekuasaan, uang dan keagungan duniawi, tetapi ditanamkan kepada mereka bahwa belajar adalah semata-mata kewajiban dan pengabdian kepada Tuhan. Setiap pesantren memiliki kemampuan yang berbeda dalam membangun pondok yang sangat diperlukan para santrinya karena kebanyakan mereka datang dari tempat-tempat yang lain untuk menggali ilmu dari Kyai dan menetap disana dalam waktu lama. Mereka berkesimpulan, bahwa pesantren lahir dari pola kehidupan tasawuf, yang kemudian berkembang di wilayah Islam, seperti Timur Tengah dan Afrika Utara yang dikenal dengan sebutan Zawiyat. Dengan demikian setiap kenijakan yang dijalankan di bidang pendidikan cenderung berkaitan dengan kepentingan politik kolonial Belanda di Indonesia. Etiket kerja yang tepat harus diperkuat di ruang kelas, siswa perlu belajar bagaimana berurusan dengan orang lain secara kooperatif, dan mereka harus belajar cara mendapatkan informasi yang mungkin mereka butuhkan di masa depan. Beliau berpendapat bahwa pendidikan adalah suatu proses dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisik dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari manusia. Artic​le has ​be​en creat ed by GSA Content Generat or Demov ersi​on!


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama