Tahapan Pembentukan Karakter

Dalam lembaga pendidikan Surau tidak mengenal birokrasi formal, sebagaimana dijumpai ada lembaga pendidikan modern. Dengan posisi defensif ini , pesantren pada kenyataannya memang bebas dari campur tangan pemerintah Hindia Belanda, meskipun dengan resiko harus terasing dari perkembangan masyarakat modern. Puncaknya yaitu pada tanggal 6 Agustus 1945, dua bom Atom dijatuhkan sekutu di dua kota di Jepang yaitu, Hirosima dan Nagasaki. Bangsa Indonesia merdeka setelah proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ialah terbebasnya suatu bangsa dari belenggu penjajahan. Pada mulanya kitab-kitab itu dicetak di Makkah dan Singapura, kemudian kitab-kitab itu dipesan ke Mesir. Kondisi demikian terjadi juga di Timur Tengah ditandai dengan munculnya ide Pan Islamisme yang dirintis oleh Jamaluddinnal-Afghani di Mesir dan gerakan Salafiyah Wahhabiyah di Hijaz. Oleh karena itu, santri-santri indonesia banyak yang belajar ke Hijaz dan Mesir. Oleh sebab itu, Belanda mendirikan sekolah-sekolah dasar di tiap Kabupaten dimaksudkan untuk menandingi dan menyaingi madrasah, pesantren, dan pengajian di desa itu.


Potret Pendidikan Indonesia Saat Ini Atau setidak-tidaknya secara politik, keberadaan Departemen tersebut dapat sebagai memberi kesan kepada dunia Internasional, bahwa Belanda berkeinginan keras untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat pribumi melalui pendidikan. Semenjak abad ke 20, arah etis (Etische Koers) dijadikan landasan idiil dalam sistem pendidikan di Hindia Belanda. Tentara pendudukan Jepang ingin menghapuskan sisa-sisa pengaruh Barat (Belanda) di dalam masyarakat Indonesia. Selain itu adanta keterikatan antara sistem pendidikan Hindia Belanda dengan sistem pendidikan Nederland, menurut mereka perlu diperjelas dan adanya prinsip konkordasi merupakan cerminan keingin tersebut. Keinginan untuk menerapkan prinsip deskriminasi, menyebabkan penjenisan sekolah menjadi banyak. Dalam surat edarannya kepada para Bupati berisi: “Dianggap penting untuk secepatnya mengadakan peraturan pemerintah yang menjamin meratanya kemampuan membaca dan menulis bagi penduduk pribumi agar mereka dapat mentaati undang-undang dan hukum negara.” Dari surat edaran diketahui bahwa belanda menganggap pendidikan agama Islam yang diselenggarakan dipondok-pondok pesantren, masjid, mushalla, dianggap tidak membantu pemerintah Belanda. Sebenarnya Jepang mengadakan penyeragaman ini untuk memudahkan pengawasan, baik dalam isi maupun penyelenggaraannya.

 Th​is data has be en  done ​with the ​help of GSA Con tent  Generator DE​MO​.


Mereka juga menjadi mengenal surat kabar dan majalah untuk mengikuti perkembangan zaman. Apabila hal ini terjadi terus menerus akan menjadi sebuah kebiasaan. Artinya, orang tua akan selalu terlibat dalam proses pembelajaran seorang anak sepanjang hidupnya. 2) Memasukkan ilmu pengetahuan umum ke dalam kurikulum pendidikan di madrasah. Begitu juga teknik pelaksanaan pendidikan agama di sekolah-sekolah umum mengalami perubahan-perubahan tertentu, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan sistem proses belajar mengajar, misalnya tentang materi pendidikan agama diadakan pengintegrasian dan pengelompokan, yang tampaknya lebih terpadu dan diadakan pengurangan alokasi waktu. Di luar dugaan, berdirinya sekolah-sekolah Belanda justru menjadikan mereka mengenal sistem pendidikan modren: sistem kelas, pemakaian meja, metode belajar modern, dan pengetahuan umum. Tujuannya saat itu adalah Belanda ingin memperdalam pendidikan di Indonesia. 2. Bagaimana sistem pendidikan saat itu? Bahkan dalam ordonansi yang dikeluarkan tahun 1932, dinyatakan bahwa semua sekolah yang tidak di bangun pemerintah atau tidak memperoleh subsidi dari pemerintah, diharuskan minta izin terlebih dahulu, sebelum sekolah itu didirikan. Diantara pelaksanaan diskriminatif diberlakukan ordonansi guru pada tahun 1905. Ordonansi itu adalah mewajibkan setiap guru agama Islam untuk meminta dan memperoleh izin terlebih dahulu sebelum melaksanakan tugas sebagai guru agama. Pengadaan Departemen Pendidikan, Agama, dan Pemerintahan, dalam jajaran pemerintahan kolonial di Hindia Belanda, memberi gambaran secara resmi akan adanya tugas dan tanggung jawab moral pemerintahan (kolonial) bagi pembinaan pendidikan rakyat di wilayah kekuasaanya.


Makalah ini disusun untuk melengkapi tugas SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM. Pada waktu itu sedang dilakukan upaya untuk membersihkan sisa-sisa mental G 30 S/ PKI. Membantu pertumbuhan fisik dan mental anak, baik dari dalam keluarga maupun lingkungan. Disamping mengambil lokasi di daerah-daerah terpencil, pesantren juga mengembangkan kurikilum tersendiri yang hampir seluruhnya berorientasi pada pembinaan mental keagamaan. Kedua, masyarakat pribumi kurang diberi kesempatan untuk belajar di sekolah-sekolah yang lebih tinggi. Sejak tahun 1940 Jepang berencana untuk mendirikan kemakmuran bersama Asia Raya. Barangkali data lulusan murid-murid tahun 1940 dapat memperkuat keabsahan itu. Berkaitan dengan itu kedua lembaga pendidikan ini (sekolah dan pesantren) memiliki filosofi yang berbeda yang sekaligus melahirkan output yang memiliki orientasi yang berbeda pula. Corak responsi umat Islam juga bersifat progresif, yang memandang bahwa tekanan pemerintah Hindia Belanda itu merupakan kebijaksanaan diskriminatif. Reaksi umat Islan terhadap kebijakan pemerintah Hindia Belanda itu dapat dikelompokkan dalam dua corak : (1) defensif dan (2) progresif. Ada dua ciri khas pendidikan Islam di Indonesia pada zaman penjajahan Belanda. Pada masa pemerintahan Jepang, sekolah dasar dijadikan satu macam yaitu sekolah dasar enam tahun.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama